Postings are in English and Malay-Bahasa Melayu

Saturday, November 07, 2015

Makna Makruh

Hukum dalam islam (Hukum Taklifi) ada 5 iaitu Wajib, Sunnah, Mubah, Makruh, Haram. Diantara kelima hukum tersebut, ada hukum yang diremehkan oleh sebahagian manusia yaitu MAKRUH.
Jika sesuatu sudah disepakati hukumnya MAKRUH oleh para ulama, sering kali diabaikan dan dianggap tidak mengapa jika dilanggar dengan perkataan ‘Tidak apa apalah, kan makruh, tidak haram’.

Mari kita bahas apa sebenarnya makna MAKRUH menurut Syari’at.
Secara bahasa makruh ertinya (perkara yang) dibenci/dimurkai.
Dalam istilah ulama fekah MAKRUH bermakna perbuatan yang tidak berdosa orang melakukannya dan mendapat pahala orang yang meninggalkannya (dengan niat mengikuti syari’at kerana Allah).

Secara umum MAKRUH memiliki makna:
1. Makruh bermakna dibenci/dimurkai, seperti seperti dalam firman Allah QS Al-Isra' 17:38
كُلُّ ذَلِكَ كَانَ سَيِّئُهُ عِنْدَ رَبِّكَ مَكْرُوهاً
Ertinya: “Semua itu kejahatannya amat dibenci di sisi Tuhanmu”.
Kata makruhan (مَكْرُوهاً) atau dibenci dalam ayat di atas artinya diharamkan.
2. Makruh bermakna sesuatu yang dilarang dengan ringan (tanzih)
3. Makruh bermakna meninggalkan yang utama (tarkul aula)
4. Makruh bermakna perkara yang terjadi perbezaan (khilaf/ikhtilaf) ulama dalam keharamannya
Majoriti ulama (jumhur) menganggap makruh itu satu atau tanpa dibagi, akan tetapi menurut sebagian ulama Makruh itu dibagi menjadi 2 iaitu Makruh Tahrim & Makruh Tanzih.
Makruh tahrim adalah perkara yang dilarang oleh syariah dengan larangan yang pasti (haram) dengan dasar dalil yang dzanni (praduga/anggapan) seperti dalilnya berasal dari hadits Ahad atau qias.
Seperti hadits riwayat Muslim, Nabi bersabda: Orang muslim tidak halal membeli barang yang dibeli saudaranya dan tidak melamar wanita yang dilamar saudaranya (sesama muslim) kecuali setelah meninggalkannya Hadits ini adalah hadits Ahad yang tingkat kepastiannya bersifat dzanni.
Makruh tanzih adalah perkara yang dituntut untuk ditinggalkan tapi dengan perintah yang tidak/kurang tegas. Makruh tanzih lawan dari sunnah/mustahab/mandub. Seperti larangan Nabi untuk bersedekap (memasukkan jemari salah satu tangan ke jemari tangan yang lain) di dalam masjid.
Nabi bersabda : Apabila salah seorang dari kalian berwudhu, sempurnakanlah wudhunya. Kemudian, apabila ia keluar menuju Masjid dengan sengaja, maka janganlah ia bersidekap, atau, mempersilangkan jari jemari, kerana saat berjalan itu ia berada dalam shalat.
Perbedaan antara makruh tahrim dengan makruh tanzih adalah makruh tanzih adalah makruh yang lebih dekat ke arah boleh sedang makruh tahrim adalah makruh yang lebih dekat ke arah haram.
Kebalikan dari makruh tanzih adalah sunnah. sedangkan kebalikan dari makruh tahrim adalah (lebih dekat kepada) wajib.
Perbedaan antara haram dan makruh tahrim menurut madzhab Hanafi adalah kalau haram adalah larangan yang berasal dari dalil yang pasti (qath'i) sedang makruh tahrim adalah larangan dengan dalil yang bersifat dzanni tapi lebih dekat kepada haram daripada kepada makruh.
Menurut madzhab Malik, Syafi'i dan Hanbali makna umum dari makruh (karahah) adalah makruh tanzih kecuali ada penjelasan lain yang mengatakan makruh tahrim.
Dalam madzhab Hanafi, makna makruh/karahah secara umum adalah haram (makruh tahrim) kecuali kalau dijelaskan bahwa ia makruh tanzih.
Setelah mengetahui makna-makna makruh di atas. Dapat disimpulkan bahwa :
1. Melakukan perkara yang makruh berarti melakukan sesuatu yang dibenci oleh ALLAH dan Rasulnya meskipun ketika melakukannya tidak mendapat dosa.
2. Perkara yang makruh adalah perkara yang dapat merosak jiwa, jika perkara tersebut adalah makanan maka dapat merosak kesihatan.
3. Orang-orang yang tingkat keimanannya tinggi (sâbiqun bil-khairât) akan berusaha menghindari perkara-perkara makruh.


Wallahu ta’ala a’lam.
Mulai saat ini mari berusaha menghindari perkara-perkara yang makruh.

---
Consultant-Speaker-Motivator: www.ahmad-sanusi-husain.com 
Alfalah Consulting - Kuala Lumpur : www.alfalahconsulting.com
Islamic Investment Malaysia: www.islamic-invest-malaysia.com
Pelaburan Unit Amanah Islam: www.unit-amanah-islam.com

No comments:

Post a Comment

Upcoming Events on Islamic Finance, Wealth Management, Business, Management, Motivational Alfalah Consulting, KL-Malaysia: www.alfalahconsulting.com

Followers