Postings are in English and Malay-Bahasa Melayu

Saturday, February 11, 2012

Mutiara kata: Positif

Seringkali kita akan akan mengelak daripada melakukan apa yang kita fikirkan tidak boleh dalam minda kita. Kita sudah terbiasa membina dan mereka cipta gambaran kegagalan dalam hidup kita sedangkan kita masih lagi belum mencubanya. Inilah salah satu masalah besar yang dihadapi oleh ramai orang. Mengalah sebelum mencuba! Mencipta halangan untuk tidak berjaya!

Anda boleh, jika anda berfikir boleh, selama akal mengatakan boleh. Batasan apakah sesuatu masuk akal atau tidak, kita lihat saja orang lain, jika orang lain telah melakukannya atau telah mencapai impiannya, maka impian tersebut adalah masuk akal, insyaAllah.

Berfikir positif dan anda telah sampai separuh jalan ke destinasi.
Ahmad Sanusi Husain : 
Alfalah Consulting - Kuala Lumpur : 
Islamic Investment Malaysia :

70 Major Sins in Islam - Al-Kaba'ir

The major sins are those acts which have been forbidden by Allah in the Quran and by His Messenger (SAW) in the Sunnah (practise of the Prophet), and which have been made clear by the actions of of the first righteous generation of Muslims, the Companions of the Prophet (SAW).

Allah Most High says in His Glorious Book:
If you avoid the major (part) of what you have been forbidden (to do), We will cancel out for you your (other) evil deeds and will admit you (to Paradise) with a noble entry. (al-Nisa 4:31)

Thus by this verse, Allah Most High has guaranteed the Garden of Paradise to those who avoid the major sins. And Allah Most High also says:
Those who avoid the greatest of sins and indecencies, and forgive when they are angry (al-Shra 42:37) Those who avoid the greatest sins and indecencies, except for oversights, (will find that) surely your Lord is ample in forgiveness. (Al-Najm 53:32)

The Messenger of Allah (SAW) said: "The five [daily] prayers, Friday to Friday, and Ramadan to Ramadan make atonement for what has happened since the previous one when major sins have been avoided." It is therefore very important to determine exactly what the greatest vices, technically called "the major sins" (Kaba'ir), are, in order that Muslims should avoid them.
There is some difference of opinion among scholars in this regard. Some say these major sins are seven, and in support of their position they quote the tradition: "Avoid the seven noxious things"- and after having said this, the propeht (SAW) mentioned them: "associating anything with Allah; magic; killing one whom Allah has declared inviolate without a just case, consuming the property of an orphan, devouring usury, turning back when the army advances, and slandering chaste women who are believers but indiscreet." (Bukhari and Muslim)

'Abdullah ibn 'Abbas said: "Seventy is closer to their number than seven," and indeed that is correct. The above tradition does not limit the major sins to those mentioned in it. Rather, it points to the type of sins which fall into the category of "major." These include those crimes which call for a prescribed punishment (HADD; plural, HUDUD), such as theft, fornication or adultery (ZINA), and murder; those prohibited acts for which a warning of a severe punishment in the Next is given in the Qur'an or the tradition; and also those deeds which are cursed by our Prophet (SAW). These are all major sins.

Of course, there is a gradation among them, since some are more serious than others. We see that the Prophet (SAW) has included SHIRK (associating someone or something with Allah) among them, and from the text of the Qur'an we know that a person who commits SHIRK will not his sin be forgiven and will remain in Hell forever.

Allah Most High says:
Surely, Allah does not forgive associating anything with Him, and He forgives whatever is other than that to whomever He wills. (al-Nisa 4:48 and 116)

01. Associating anything with Allah
02. Murder
03. Practising magic
04. Not Praying
05. Not paying Zakat
06. Not fasting on a Day of Ramadan without excuse
07. Not performing Hajj, while being able to do so
08. Disrespect to parents
09. Abandoning relatives
10. Fornication and Adultery
11. Homosexuality(sodomy)
12. Interest(Riba)
13. Wrongfully consuming the property of an orphan
14. Lying about Allah and His Messenger
15. Running away from the battlefield
16. A leader's deceiving his people and being unjust to them
17. Pride and arrogance
18. Bearing false witness
19. Drinking Khamr (wine)
20. Gambling
21. Slandering chaste women
22. Stealing from the spoils of war
23. Stealing
24. Highway Robbery
25. Taking false oath
26. Oppression
27. Illegal gain
28. Consuming wealth acquired unlawfully
29. Committing suicide
30. Frequent lying
31. Judging unjustly
32. Giving and Accepting bribes
33. Woman's imitating man and man's imitating woman
34. Being cuckold
35. Marrying a divorced woman in order to make her lawful for the husband
36. Not protecting oneself from urine
37. Showing-off
38. Learning knowledge of the religion for the sake of this world and concealing that knowledge
39. Bertrayal of trust
40. Recounting favours
41. Denying Allah's Decree
42. Listening (to) people's private conversations
43. Carrying tales
44. Cursing
45. Breaking contracts
46. Believing in fortune-tellers and astrologers
47. A woman's bad conduct towards her husband
48. Making statues and pictures
49. Lamenting, wailing, tearing the clothing, and doing other things of this sort when an affliction befalls
50. Treating others unjustly
51. Overbearing conduct toward the wife, the servant, the weak, and animals
52. Offending one's neighbour
53. Offending and abusing Muslims
54. Offending people and having an arrogant attitude toward them
55. Trailing one's garment in pride
56. Men's wearing silk and gold
57. A slave's running away from his master
58. Slaughtering an animal which has been dedicated to anyone other than Allah
59. To knowingly ascribe one's paternity to a father other than one's own
60. Arguing and disputing violently
61. Witholding excess water
62. Giving short weight or measure
63. Feeling secure from Allah's Plan
64. Offending Allah's righteous friends
65. Not praying in congregation but praying alone without an excuse
66. Persistently missing Friday Prayers without any excuse
67. Unsurping the rights of the heir through bequests
68. Deceiving and plotting evil
69. Spying for the enemy of the Muslims
70. Cursing or insulting any of the Companiions of Allah's Messenger

Source: The Major Sins Al-Kaba'r By Muhammad bin 'Uthman Adh-Dhahabi, rendered into English by Mohammad Moinuddin Siddiqui
Alfalah Consulting - Kuala Lumpur :
Islamic Investment Malaysia:
Pelaburan Unit Amanah Islam:

Mutiara kata: Sahabat-Sahabat Nabi

Khalifah ar-Rasyidin yang pertama dan Sahabat utama Rasulullah SAW, Sayidina Abu Bakar As Siddiq r.a pernah meninggalkan pesan, katanya:
1. Siapa yang memasuki kubur dengan tidak membawa bekalan samalah seperti orang yang belayar di lautan dengan tidak berperahu.

2. Kegelapan itu ada lima perkara dan penerangnya juga ada lima perkara iaitu:

i. Cinta dunia itu kegelapan dan penerangnya adalah taqwa.

ii. Dosa itu kegelapan dan penerangnya adalah taubat.

iii. Akhirat itu kegelapan, penerangnya adalah amal soleh.

iv. Kubur itu kegelapan, penerangnya adalah kalimah ‘La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah.’

v. Siratul Mustaqim itu kegelapan, penerangnya adalah yakin.

3. Sesungguhnya iblis itu berdiri di hadapanmu, nafsu di sebelah kananmu, dunia di belakangmu, anggota di sekelilingmu dan Allah juga bersamamu. Iblis yang dilaknat menyuruhmu meninggalkan agama. Nafsu menyuruhmu berbuat maksiat. Keinginan hawa nafsu menyerumu ke arah syahwat. Dunia menyeru supaya memilihnya daripada Akhirat. Anggotamu menyerumu berbuat dosa. Allah menyerumu ke Syurga dan keampunan-Nya. Siapa yang menyahut seruan iblis terkeluarlah agamanya. Siapa yang menyahut seruan nafsu terkeluar rohnya (roh kemanusiaan). Siapa yang menyahut seruan syahwat, terkeluar akalnya. Siapa yang menyahut seruan anggota, terkeluarlah Syurganya. Siapa yang menyahut seruan Allah, terkeluarlah kejahatannya dan memperolehi segala kebaikan.

4. Sayidina Abu Bakar berkata: Terdapat lapan perkara yang menjadi perhiasan kepada lapan perkara: – Menjaga perkara yang haram, perhiasan kepada fakir. – Syukur perhiasan kepada nikmat – Sabar perhiasan kepada bala.– Tawaduk perhiasan kepada kemuliaan. – Berlemah lembut perhiasan kepada ilmu. – Merendah diri perhiasan kepada orang yang bercakap.– Meninggalkan riyak perhiasan kepada kebaikan. – Khusyuk perhiasan kepada sembahyang.

5. Sesungguhnya hamba itu apabila datang ujub dengan sesuatu dari perhiasan dunia nescaya Allah memurkainyahingga dia menceraikan perhiasan itu.

6. Moga-moga aku jadi pokok kayu dicantas kemudian dimakan.

7. Dia berkata kepada para Sahabat: Sesungguhnya aku telah mengendalikan urusan kamu, tetapi bukanlah aku ini orang yang paling baik di kalangan kamu maka tolonglah aku, kalau aku berlaku lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng betulkan aku.


1. Khalifah kedua, Sayidina Umar berpesan:

– Siapa yang menjaga percakapannya dianugerahkan kepadanya hikmah.
– Siapa yang menjaga penglihatannya dianugerahkan kepadanya hati yang khusyuk.

– Siapa yang menjaga makanannya dianugerahkan kepadanya kelazatan dalam beribadah.

– Siapa yang bersabar di atas ujian, Allah sempurnakan sabarnya lalu memasukkannya ke dalam Syurga mana yang dia suka.

– Siapa yang menjaga daripada ketawa dianugerahkan kepadanya kehebatan.

– Siapa yang menjaga daripada bergurau dianugerahkan kepadanya keelokan atau kemuliaan.

– Siapa yang meninggalkan cinta dunia dianugerahkan kepadanya dapat melihat kesalahan sendiri.

– Siapa yang meninggalkan kesibukan mencari kesalahan pada perbuatan Allah, dianugerahkan kepadanya pelepasan daripada nifak.

2. Jika tidaklah kerana takut dihisab sesungguhnya aku perintahkan kamu membawa seekor kambing untuk dipanggang di depan pembakar roti ini.

3. Siapa takut kepada Allah SWT, nescaya marahnya tidakdapat dilihat. Dan siapa takutkan Allah, kehendaknya akan ditunaikan.

4. Wahai Tuhan, jangan Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di tanganku.

5. Termaktub dalam sepucuk surat khalifah Umar kepada Abu Musa Al Asyaari: “Milikilah sifat sabar. Sifat sabar itu ada dua. Sabar yang pertama lebih afdhal dari sabar yang kedua iaitu sabar dalam meninggalkan larangan Allah SWT dan sabar dalam menghadapi musibah. Ketahuilah bahawa sabar itu sangkutan iman (orang yang bersabar akan mendapat iman) kerana kebajikan yang paling utama adalah taqwa dan taqwa hanya dapat dicapai dengan sabar.”

Mari kita lihat pula kata-kata hikmah daripada khalifah ketiga, Sayidina Usman Ibnu Affan r.a. Di antaranya:

1. Aku mendapat kemanisan ibadah dalam empat perkara:

a. Sewaktu menunaikan apa yang difardhukan Allah.

b. Meninggalkan apa-apa yang Allah haramkan.

c. Ketika menyeru kepada kebaikan.

d. Ketika mencegah kemungkaran dan menjaga diri daripada membuat perkara yang menyebabkan kemurkaan Allah.

2. Katanya lagi: Empat perkara yang pada zahirnya fadhilat dan pada batinnya wajib:

a. Bergaul dengan orang soleh itu fadhilat, mengikut amalan mereka itu wajib.

b. Membaca Al Quran itu fadhilat, beramal dengannya itu wajib.
c. Menziarahi kubur itu fadhilat, bersedia untuknya itu wajib.
d. Menziarahi orang sakit itu fadhilat, menunaikan wasiat itu wajib.

3. Pesanannya: Antara tanda-tanda ‘arifin itu ialah:

a. Hatinya berserta takut dan harap.

b. Lidahnya bertahmid dan memuji Allah.

c. Matanya berserta malu melihat perkara yang dilarang dan banyak menangis. d. Kehendaknya bersih dari cinta dunia dan bertujuan menuntut keredhaan Allah.


Khalifah keempat, Sayidina Ali k.w. berkata:

1. Ilmu itu sebaik-baik pusaka. Adab itu sebaik-baik sifat. Taqwa itu sebaik-baik bekalan. Ibadah itu sebaik-baik barang perniagaan.
2. Siapa yang tinggalkan dunia, dikasihi oleh Allah. Siapa yang tinggalkan dosa, dikasihi oleh malaikat. Siapa tinggalkan tamak, dikasihi oleh orang-orang Islam.

3. Siapa yang tidak ada padanya sunnah Allah, sunnah Rasul dan sunnah wali-Nya, maka tiadalah apa-apa kebaikan padanya. Ditanya orang pada Sayidina Ali k.w., “Apakah sunnah Allah?” Sayidina Ali menjawab, “Menyembunyikan rahsia (misalnya menutup aib orang lain).” Ditanya lagi, “Apakah pula sunnah Rasulullah?” Sayidina Ali berkata, “Berlemah lembut dengan sesama manusia.” Ditanya lagi, “Apakah pula sunnah wali-Nya?” Sayidina Ali menjawab, “(Sabar dalam) menanggung penderitaan.”

4. Susah sekali melakukan kebaikan pada empat tempat: – Memberi maaf ketika marah.– Bersedekah ketika kesempitan.– Menjauhi perkara haram ketika seorang diri. – Berkata benar kepada orang yang ditakuti atau orang yang selalu menolong.

5. Memadai aku merasa mulia bahawa Engkau Tuhan bagiku dan memadailah aku merasa bangga bahawa aku menjadi hamba-Mu. Engkau yang aku cintai maka berilah aku taufik (agar dapat melakukan perkara-perkara yang Engkau cintai).

6. Hendaklah kamu lebih mengambil berat bagi diterima amalamal kamu daripada beramal. Sesungguhnya sangat besar nilainya amalan yang disertai taqwa dan betapa lagi kalau amalan itu diterima.

7. Janganlah mengharap seorang hamba itu melainkan Tuhannya dan janganlah dia takut melainkan dosanya.

8. Tiada kebaikan ibadah tanpa ilmu dan tiada kebaikan ilmu tanpa faham dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tiada perhatian.

9. Dasar kekafiran itu dikelilingi oleh empat tiang iaitu kasar hati, buta fikiran, lalai dan prasangka.
10. Orang berhati kasar akan menghina kebenaran, menunjukkan kejahatan dan mengutuk orang-orang pandai.
11. Buta hati akan lupa zikrullah.

12. Orang yang syak wasangka akan tertipu oleh angan-angan. Sampai masanya dia ditimpa kecewa dan sesal tidak berhujung kerana diperlihatkan Allah hal-hal yang selama ini tidak dikiranya.

13. “Kalau rezeki dari Allah terlambat maka beristigfarlah kepada Allah dan mohonlah semoga Allah melapangkan rezeki-Nya bagi Anda. Kunci surga adalah sabar. Kunci kemuliaan adalah rendah hati dan kunci kebaikan (kehormatan) adalah takwa.” (Saidina Ali bin Abi Thalib)

Alfalah Consulting - Kuala Lumpur: 
Consultant/Speaker/Motivator :  
 Islamic Investment Malaysia:

Mutiara kata: Persaudaraan

Carilah seribu sahabat dalam pergaulan, kerana seribu sahabat belumlah banyak.
Jauhilah seorang musuh, kerana musuh yang seorang itu sudah lebih daripada banyak.
(Lukman Hakim)

"Ukhuwah itu bukan pada indahnya pertemuan, tapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam doanya."
(Imam Al-Ghazali)

Sahabat yang beriman ibarat mentari yang menyinar. Sahabat yang setia bagai pewangi yang mengharumkan. Sahabat sejati menjadi pendorong impian.Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan Allah.

"Sesungguhnya orang-orang mu'min adalah bersaudara kerana itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat." (Al-Quran; Surah al-Hujurat, ayat 10)

Alfalah Consulting - Kuala Lumpur :
Islamic Investment Malaysia:

Hadith about Quran

Narrated Humaid: I heard Muawiya bin Abi Sufyan delivering a sermon. He said, "I heard the Prophet saying, "If Allah wants to do a favor to somebody, He bestows on him, the gift of understanding the Quran and Sunna. I am but a distributor, and Allah is the Giver. The state of this nation will remain good till the Hour is established, or till Allah's Order comes."  (Sahih Bukhari, Book 92, Hadith 415)

Narrated 'Abdullah: The best talk (speech) is Allah's Book (Quran), and the best way is the way of Muhammad, and the worst matters are the heresies (those new things which are introduced into the religion); and whatever you have been promised will surely come to pass, and you cannot escape (it).  (Sahih Bukhari, Book 92, Hadith 382)

Narrated 'Abdullah: Allah's Apostle said, "Do not wish to be like anyone, except in two cases: (1) A man whom Allah has given wealth and he spends it righteously. (2) A man whom Allah has given wisdom (knowledge of the Quran and the Hadith) and he acts according to it and teaches it to others."  (Sahih Bukhari, Book 89, Hadith 255)

Narrated Aisha: The Prophet said, "Such a person as recites the Quran and masters it by heart, will be with the noble righteous scribes (in Heaven). And such a person exerts himself to learn the Quran by heart, and recites it with great difficulty, will have a double reward."  (Sahih Bukhari, Book 60, Hadith 459)

Narrated Samura bin Jundab: The Prophet said in his narration of a dream that he saw, "He whose head was being crushed with a stone was one who learnt the Quran but never acted on it, and slept ignoring the compulsory prayers."  (Sahih Bukhari, Book 21, Hadith 244)

Hadith: Allah will grant whoever recites this (verse 129, surah At Taubah, Ch.9) seven times in the morning or evening whatever he desires from this world or the next. (Abu Dawud)
Alfalah Consulting - Kuala Lumpur :
Islamic Investment Malaysia:
Upcoming Events on Islamic Finance, Wealth Management, Business, Management, Motivational Alfalah Consulting, KL-Malaysia:

Please Join my facebook's fan page