Postings are in English and Malay-Bahasa Melayu

Thursday, June 28, 2012

Collection of Hadith: Ramadan



Narrated by Abu Said: I heard the Prophet (peace be upon him) saying, "Indeed, anyone who fasts for one day for Allah's pleasure, Allah will keep his face away from the (Hell) fire for (a distance covered by a journey of) seventy years." [Bukhari Hadith 93 Volume 4, Book 52]

Abu Huraira related that the Prophet said: Allah the Majestic and Exalted said: "Every deed of man will receive ten to 700 times reward, except Siyam (fasting), for it is for Me and I shall reward it (as I like). There are two occasions of joy for one who fasts: one when he breaks the fast and the other when he will meet his Lord" (Muslim).

Narrated by Abu Said: I heard the Prophet (peace be upon him) saying, "Indeed, anyone who fasts for one day for Allah's pleasure, Allah will keep his face away from the (Hell) fire for (a distance covered by a journey of) seventy years." [Bukhari Hadith 93 Volume 4, Book 52]


Abu Hurayrah r.a. narrated that Prophet Muhammad s.a.w said: "Ramadan, a blessed month, has come to you during which Allah has made it obligatory for you to fast. In it the gates of Heaven are opened, the gates of al-Jahim are locked, and the rebellious devils are chained. In it Allah has a night which is better than a thousand months. He who is deprived of its good has indeed suffered deprivation." (Hadith - Al-Tirmidhi)


“There is a gate in Paradise called Ar-Raiyan, and those who observe fasts will enter through it on the Day of Resurrection"[Sahih Bukhari]


Prophet Muhammad (s.a.w) said: “Fasting is a shield; it will protect you from the hellfire and prevent you from sins.” (Sahih Bukhari Vol. 3)

Abu Huraira related that Rasulullah said: If anyone omits his fast even for one day in Ramadan without a concession or without being ill, then if he were to fast for the rest of his life he could not make up for it (Bukhari)

Whoever observes the Ramadan fast and follows it with six days of fast in Shawwal, it is as if he has fasted Dahr (the whole year)." [Bukhari]


Abu Umaamah R.A.A. said: 
I said: 'O Messenger of Allah (saw), tell me of an action by which I may enter Paradise'. He said: 'Take to Fasting, there is nothing like it.' - [Imam Nasai’, Ibn Hibbaan, Al-Haakim, Saheeh]


When to start fasting:
Ibn Umar related that the Prophet s.a.w said: "Do not start fasting unless you see the new moon, and do not end fasting until you see it. If the weather is cloudy then calculate when it should appear." (Bukhari, Muslim)



The Suhoor meal (which is eaten before dawn):

"Sahur is full of blessings, so do not miss it even if you drink just a sip of water." [Musnad Imam Ahmad, Vol. 4, Page 88, Hadith 11396]

Anas related that Rasulullah s.a.w said: Take the Suhoor meal, for there is blessing in it (Bukhari, Muslim)

Eat Sahur to gain strength for fast & take rest in afternoon to gain strength for worshiping at night. [Ibn Majah, V2, P321, Hadith 1693]

Breaking your fast:
Salman ibn Amir Dhabi r.a related that the Prophet s.a.w said: Break your fast with dates, or else with water, for it is pure (Abu Dawud, Tirmidhi)

Fasting during a journey:
Aisha r.a related that Rasulullah s.a.w was asked whether one should fast when on a journey, and he replied: Fast if you like, or postpone it if you like (Bukhari, Muslim)

Behaviour while fasting:
Abu Hurairah r.a related that the Prophet s.a.w said: "If a person does not avoid false talk and false conduct during Siyam (fasting), then Allah does not care if he abstains from food and drink." (Bukhari, Muslim)


Forgetfully eating or drinking while fasting:
Abu Hurairah r.a related that Rasulullah s.a.w said: If anyone forgets that he is fasting and eats or drinks he should complete his Siyam, for it is Allah who has fed him and given him drink (Bukhari, Muslim)


Providing for those who are breaking the fast:
Zaid ibn Khalid Juhni r.a related that the Prophet s.a.w said: "He who provides for the breaking of the Siyam (fasting) of another person earns the same merit as the one who was observing Siyam (fasting) without diminishing in any way the reward of the latter." (Tirmidhi)


Lailat al-Qadr:
Aisha r.a related that the Prophet s.a.w said: "Look for Lailat al-Qadr on an odd-numbered night during the last ten nights of Ramadan." (Bukhari)

Zakat al-Fitr
Ibn ‘Abbaas said: “The Messenger of Allah (peace and blessings of Allaah be upon him) made zakat al-fitr obligatory as a means of purifying the fasting person from idle talk and foul language, and to feed the poor. Whoever pays it before the (Eid) prayer, it is an accepted zakat, and whoever pays it after the (Eid) prayer, it is just a kind of charity (sadaqah).” (Reported by Abu Dawood, 1371. Al-Nawawi said: Abu Dawood reported it from Ibn ‘Abbaas with a hasan isnaad).
---
Consultant-Speaker-Motivator: www.ahmad-sanusi-husain.com 
Alfalah Consulting - Kuala Lumpur : www.alfalahconsulting.com
Islamic Investment Malaysia: www.islamic-invest-malaysia.com

Koleksi Hadis: Ramadan





Dari Jabir RA bahwa Nabi SAW bersabda: ‘Puasa itu perisai yang dipergunakan seorang hamba untuk membentengi dirinya dari siksaan neraka.’ (HR Ahmad)

Rasulullah SAW bersabda :
 خمس يفطرن الصائم الكدب والغيبة والنميمة واليمين الكاذبة والنظر بشهوة 
“Lima hal yang merusak orang puasa, yaitu bohong, gosip, mengadu domba, sumpah palsu dan melihat dengan syahwat.”

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah RA katanya: Rasulullah SAW bersabda: "Apabila seseorang daripada kamu sedang berpuasa pada suatu hari, janganlah bercakap tentang perkara yang keji dan kotor. Apabila dia dicaci maki atau diajak berkelahi oleh seseorang, hendaklah dia berkata: Sesungguhnya hari ini aku berpuasa, sesungguhnya hari ini aku berpuasa."

Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya: “Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan dahaga.” (Riwayat Ibnu Majah)

Dari Abu Hurairah r.a. bahawa Nabi s.a.w. bersabda; “Sesiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan, akan diampunkan segala dosa-dosanya yang terdahulu.” (Bukhari & Muslim)

Dari Abu Hurairah ra katanya : "Rasulullah saw bersabda :"Apabila seseorang kamu berpuasa sejak pagi pada suatu hari, janganlah ia bercakap kotor dan jangan membuat kesalahan. Kalau ada orang yang memakinya atau hendak membunuhnya hendaklah dia mengucapkan "Sesungguhnya saya orang puasa sesungguhnya saya orang puasa" (Hadis sahih riwayat Muslim)

Daripada Sahal bin Said r.a. bahawa Rasulullah s.a.w. bersabda: “Orang yang menyegerakan berbuka puasa setelah masuk waktunya akan mendapat kebaikan yang berterusan”. (HR al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya: “Berapa ramai orang yang berpuasa tetapi dia tidak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar dan dahaga.” (Riwayat Ibnu Majah)


Daripada Muaz bin Jabal r.a Nabi saw bersabda ” Tidakkah kamu mahu aku tunjukkan kepada kamu pintu kebaikan : Puasa adalah pelindung, sedekah memadam kesilapan seperti air memadam api, dan seorang insan solat pada penghujung malam. (Riwayat Tarmizi dan Ahmad)


Rasulullah SAW yang maksudnya : Apabila telah tiba Ramadan, dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup semua pintu neraka dan diikat semua syaitan.(HR Imam Bukhari, Muslim, Nasai’e, Ahmad dan Baihaqi)


Ibn Umar r.a. berkata: Ada beberapa sahabat Nabi saw. telah diperlihatkan Lailatul Kadar dalam mimpi di malam dua puluh tujuh, maka Nabi saw. bersabda: Aku perhatikan impianmu bertepatan dalam malam dua puluh tujuh, maka siapa berusaha untuk mendapatkannya hendaknya berusaha mencarinya pada malam dua puluh tujuh Ramadhan. (Bukhari, Muslim)


Diriwayatkan daripada Zaid bin Khalid al-Juhaniy r.a katanya: Rasulullah s.a.w bersabda: "Sesiapa yang menjemput orang yang berpuasa untuk berbuka, dia akan mendapat pahala sebagaimana pahala orang yang berpuasa itu tanpa mengurangkan sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut." (Hadis riwayat Imam Tirmizi)


"Puasa dan al-Quran akan memberi syafaat kepada seseorang hamba pada hari kiamat." (Hadis riwayat Imam Ahmad)


Sabda Rasulullah s.a.w: "Apabila telah tiba Ramadan, dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup semua pintu neraka dan diikat semua syaitan." (HR Imam Bukhari, Muslim, Nasai’e, Ahmad dan Baihaqi)


Sabda Rasulullah s.a.w: "Barangsiapa memberi makan kepada orang yang berbuka puasa maka dia memperoleh pahalanya, dan pahala bagi yang (menerima makanan) berpuasa tidak dikurangi sedikitpun." (HR Tirmidzi)


Nabi Muhammad s.a.w bersabda: "Tiga doa yang sangat mustajab iaitu doa orang yang berpuasa, doa orang yang dizalimi dan doa orang yang musafir." (Riwayat Ahmad, Bukhari,Abu Daud &al-Tarmizi)

"Sesiapa berbuka satu hari pada bulan Ramadhan tanpa ada rukhshah (keringanan) dan tidak juga kerana sakit, dia tidak akan dapat melunas (mengganti) puasa yang ditinggalkannya itu, sekalipun dia berpuasa seumur hidup." (Hadis riwayat Tirmidzi, Abu Daud, Nasa'i, Ibnu Majah dan Ibnu Khuzaimah)

Nabi Muhammad s.a.w bersabda: “Sesiapa berpuasa pada Ramadan, kemudian diiringi dengan (puasa) enam hari Syawal, maka dia seperti berpuasa satu tahun penuh.” (Riwayat Muslim)

Ditanya kepada Rasulullah, "Adakah ia lailatur Qadar?" Baginda menjawab, "Tidak! Tetapi seorang pekerja yang diberikan ganjarannya apabila telah selesai kerjanya." (Riwayat Imam Ahmad)


Sabda Rasulullah s.a.w: "Sesungguhnya syaitan masuk ke dalam tubuh bani Adam melalui pembuluh darah.  Maka persempitlah pembuluh darahnya dengan lapar dan puasa." (HR Muslim)

Solat 5 waktu, dan solat Jumaat ke Jumaat berikutnya, dan bulan Ramadhan ke bulan Ramadhan yang berikutnya adalah menjadi penebus dosa yang terjadi di antara waktu-waktu tadi, selama orang itu menjauhi dosa-dosa besar. (Muslim)
Daripada Abu Hurairah r.a., Rasulullah s.a.w. telah bersabda, "Umatku telah diberikan dalam Ramadhan lima perkara yang belum bernah diberikan kepada mana-mana umat pun sebelum mereka."
1. Bau busuk mulut orang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau kasturi.
2. Ikan-ikan di laut akan beristigfar untuk mereka sehingga mereka berbuka.
3. Setiap hari Allah s.w.t. akan menghiaskan syurgaNya dan berkata, "Telah hampir masanya hamba-hambaKu yang soleh akan dilepaskan dari beban-beban dan mereka akan datang kepadamu."
4. Dirantaikan syaitan-syaitan yang jahat di dalam Ramadhan dan mereka tidak akan dapat berbuat sesuatu dalam Ramadhan ini apa yang biasa mereka lakukan pada bulan lain.
5. Mereka akan diampunkan pada malam terakhir Ramadhan. 
---
Consultant-Speaker-Motivator: www.ahmad-sanusi-husain.com 
Alfalah Consulting - Kuala Lumpur : www.alfalahconsulting.com
Islamic Investment Malaysia: www.islamic-invest-malaysia.com
Pelaburan Unit Amanah Islam: www.unit-amanah-islam.com

Sunday, June 10, 2012

Kisah Ketabahan Rasul-rasul Ulul Azmi

Ulul Azmi adalah gelaran yang diberikan kepada para rasul yang memiliki kedudukan tinggi atau istimewa kerana ketabahan dan kesabaran yang luar biasa, dalam menyebarkan agama Islam.  Di antara 25 rasul, terdapat 5 orang rasul yang mendapatkan gelaran Ulul Azmi. Ulul Azmi adalah gelaran yang diberikan kepada rasul Allah yang memiliki ketabahan yang luar biasa dalam menyampaikan risalahnya.

Mereka memiliki mempunyai keteguhan hati sangat mengagumkan, tabah luar biasa, sabar dan kesabarannya tidak terbatas, meskipun mereka mendapatkan berbagai macam celaan, hinaan, tentangan yang menyakitkan namun mereka tetap teguh, sabar, dan senantiasa bertawakal dalam menyampaikan ajarannya kepada manusia.

5 orang rasul yang memiliki gelaran Ulul Azmi adalah:
1. Nabi Nuh a.s.
2. Nabi Ibrahim a.s.
3. Nabi Musa a.s.
4. Nabi Isa a.s.
5. Nabi Muhammad s.a.w.

Dalil al-Quran tentang Ulul Azmi

Firman Allah S.W.T: Maksudnya:
"(Jika demikian akibat orang-orang kafir yang menentangmu wahai Muhammad) maka bersabarlah engkau sebagaimana sabarnya Rasul-rasul "Ulul Azmi" (yang mempunyai keazaman dan ketabahan hati) dari kalangan Rasul-rasul (yang terdahulu daripadamu); dan janganlah engkau meminta disegerakan azab untuk mereka (yang menentangmu itu). Sesungguhnya keadaan mereka semasa melihat azab yang dijanjikan kepada mereka, merasai seolah-olah mereka tidak tinggal (di dunia) melainkan sekadar satu saat sahaja dari siang hari. (Penerangan yang demikian) cukuplah menjadi pengajaran (bagi orang-orang yang mahu insaf). Maka (ingatlah) tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik (derhaka)." (Surah Al-Ahqaaf : Ayat 35)

Mengenai lima orang rasul yang diutuskan oleh ALLAH setelah dipilih daripada kalangan para nabi yang digelar sebagai rasul Ulul Azmi memang dinyatakan dalam Al-Quran sebagaimana firman ALLAH S.W.T:
"Allah telah menerangkan kepada kamu di antara perkara-perkara agama yang Ia tetapkan hukumnya apa yang telah diperintahkanNya kepada Nabi Nuh a.s. dan yang telah Kami (Allah) wahyukan kepadamu (wahai Nabi Muhammad s.a.w.) dan juga yang telah Kami perintahkan kepada Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Musa a.s. serta Nabi Isa a.s., iaitu: Tegakkanlah pendirian agama dan janganlah kamu berpecah belah atau berselisihan pada dasarnya. Berat bagi orang-orang musyrik (untuk menerima agama tauhid) yang engkau seru mereka kepadanya. Allah memilih serta melorongkan sesiapa yang dikehendakiNya untuk menerima agama tauhid itu dan memberi hidayat petunjuk kepada agamaNya itu sesiapa yang rujuk kembali kepadaNya (dengan taat)." (Surah Asy-Syuraa: Ayat 13)

Sebab diberi gelaran Ulul Azmi:

1. Mendapat pengiktirafan Allah s.w.t.
2. Memiliki kesabaran yang tinggi semasa berdakwah
3. Sentiasa memohon kepada Allah s.w.t. supaya kaum mereka tidak diturunkan azab
4. Sentiasa berdoa kepada Allah s.w.t. supaya memberi hidayah kepada kaum mereka
5. Memiliki keazaman yang tinggi semasa berdakwah

1- Nabi Muhammad s.a.w

Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib dari keturunan Ismail bin Ibrahim. Diperkirakan hidup pada tahun 571M-632M dan diangkat menjadi Nabi pada tahun 610M. Baginda ditugaskan berdakwah kepada seluruh manusia dan alam semesta. Tinggal di Mekkah dan Madinah. Wafat di Madinah. Meninggalkan 7 orang anak. Rasulullah s.a.w namanya disebutkan 5 kali di dalam Al-Quran.

Beliau mendapat julukan ulul ’azmi kerana sejak kecil sampai dewasa, Rasulallah saw selalu mengalami masa-masa sulit. Pada usia 6 tahun dia sudah menjadi yatim piatu. Setelah dewasa ia harus membantu meringankan beban bapa saudara (paman) yang merawatnya sejak kecil. Tentangan terberat yang dihadapi adalah setelah diangkatnya menjadi seorang rasul. Penentangan bukan saja dari orang lain, tetapi juga dari Abu Lahab, bapa saudaranya (pamannya) sendiri. Rasulullah saw juga harus ikut menderita tatkala Bani Hasyim diboikot (diasingkan) di sebuah lembah dikeranakan dakwahnya. Dan masih banyak lagi kesabaran dan masa masa sulit yang dihadapi baginda dari mulai lahir sampai beliau wafat.

2- Nabi Ibrahim a.s

Nabi Ibrahim bin Azar bin Nahur dari keturunan Sam bin Nuh. Beliau diperkirakan hidup tahun 1997-1822 SM dan diangkat menjadi Nabi pada tahun 1900 SM. Beliau tinggal di Iraq. Beliau wafat di Al-Khalil, Hebron, Palestin. Nama beliau disebutkan sebanyak 69 kali dalam Al-Quran.

Nabi Ibrahim adalah nabi yang mendapat gelar ulul ’azmi kerana kesabarannya yang tinggi. Dari mulai bayi Nabi Ibrahim sudah diasingkan ke dalam gua disebabkan kerana perintah Raja Namrudz untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang baru lahir. Setelah dewasa, ia harus berhadapan dengan raja dan masyarakat penyembah berhala termasuk kedua orang tuanya yang pembuat berhala. Bahkan ia harus menerima siksaan yang pedih, iaitu dibakar hidup-hidup dan diusir dari kampung halamannya. Sudah hampir seratus tahun usia dan pernikahannya dengan Sarah, ia belum dikurniai anak hingga isterinya meminta ia menikahi seorang budak berkulit hitam bernama Hajar untuk dijadikan isteri. Akhirnya Hajar dapat melahirkan seorang anak yang diberi nama Ismail. Allah memerintahkan Ibrahim untuk melepas isteri dan anaknya yang baru lahir dan sangat dicintainya itu ke tanah gersang di Makkah. Kerana kesabaran dan kepatuhannya, perintah itu dilaksanakan. Namun, perintah lebih berat diterima Ibrahim, iaitu harus mengorbankan Ismail yang baru meningkat remaja. Hal ini pun beliau laksanakan, tapi Allah akhirnya menggantikannya dengan seekor domba (kambing kibas). Selain itu ujian nabi Ibrahim a.s yang lain adalah membangun Kaa’bah, dan menghadapi Raja Namrudz yang zalim.

3-  Nabi Musa a.s

Musa bin Imran dari keturunan Ya’qub bin Ishak. Diperkirakan hidup pada tahun 1527-1408 SM dan diangkat menjadi Nabi pada tahun 1450 SM. Beliau ditugaskan berdakwah kepada Firaun Mesir dan Bani Israil di Mesir. Beliau wafat di Tanah Tih. Mempunyai 2 orang anak.

Nabi Musa a.s adalah nabi yang paling banyak namanya disebutkan dalam al-Qur’an iaitu sebanyak 136 kali. Beliau termasuk Nabi yang mendapat gelar ulul ’azmi kerana kesabarannya yang tinggi dalam menghadapi dan berdakwah kepada Firaun. Selain itu, dia juga Nabi yang sabar dalam memimpin kaumnya yang selalu membangkang. Ketika Musa a.s akan menerima wahyu di Bukit Sinai, pengikutnya yang dipimpin Samiri menyeleweng dengan menyembah berhala emas anak sapi (lembu). Harun a.s yang ditugasi mengganti tugas Musa a.s, tidak sanggup untuk menghalangi niat mereka, bahkan ia diancam hendak dibunuh. Dengan kesabaran nabi Musa yang hebat tapi beliau pernah tidak bersabar ketika berguru kepada Nabi Khidir a.s.

4- Nabi Isa a.s

Isa bin Maryam binti Imran dari keturunan Sulaiman bin Daud. Diperkirakan hidup pada tahun 1SM-32M dan diangkat menjadi nabi pada tahun 29M. Beliau ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestin. Beliau juga tidak wafat melainkan diangkat ke sisi Allah. Nabi Isa as Disebutkan sebanyak 25 kali di dalam Al-Quran.

Beliau adalah nabi yang mendapat julukan ulul ’azmi kerana banyak memiliki kesabaran dan keteguhan dalam menyampaikan ajaran Allah. Terutama, ketika Nabi Isa as sabar menerima cobaan sebagai seorang yang miskin, pengkhianatan muridnya, menghadapi fitnah, hendak diusir dan dibunuh oleh kaum Bani Israil. Kehidupan nabi Isa as menggambarkan kezuhudan dan ketaatan dalam beribadah.

5- Nabi Nuh a.s

Nuh bin Lamik bin Mutuisyalkh dari keturunan Idris, lalu keturunan Nabi Syits bin Adam. Diperkirakan hidup pada tahun 3993-3043 SM dan diangkat menjadi Nabi pada tahun 3650 SM. Diperkirakan beliau tinggal di wilayah yang kini disebut sebagai Iraq. Para ahli sejarah banyak menyebutkan bahwa beliau wafat di Mekkah, dan memiliki 4 anak laki-laki. Nama Nuh disebutkan sebanyak 43 kali dalam Al-Qu’ran.

Nabi Nuh as mendapat julukan ulul ’azmi karena kesabarannya yang tinggi. Nabi Nuh a.s adalah rasul pertama yang diutus Allah untuk meluruskan akidah dan akhlak umat yang telah menyimpang jauh dari ajaran yang benar. Nabi Nuh as digelari sebagai ulul ’azmi kerana kesabarannya dalam berdakwah dan mendapat hinaan dari kaumnya. Nabi Nuh tanpa menyerah terus menerus mendakwahi keluarga, kerabat dan masyarakat umum, untuk kembali ke jalan yang lurus. Usianya hampir 1000 tahun dan jumlah umat yang mengikutinya tidak lebih dari 200 orang. Bahkan isteri dan anaknya yang bernama Kan’an tidak mempercayai ajaran yang dibawanya dan menjadi musuhnya. Atas kehendak Allah umat nabi Nuh as yang membangkang ditenggelamkan dengan banjir yang dahsyat dan semuanya mati, kecuali nabi Nuh as dan pengikutnya yang beriman.


--- 
Consultant/Trainer/CEO : www.ahmad-sanusi-husain.com  
Alfalah Consulting KL : www.alfalahconsulting.com 
Islamic Investment Malaysia : www.islamic-invest-malaysia.com
Pelaburan Unit Amanah Islam: www.unit-amanah-islam.net

Delivered a 1-Day Lecture on Islamic Finance at UiTM (MARA Institute of Technology) Perlis



Delivered a 1-Day Lecture on Islamic Finance at UiTM (MARA Institute of Technology) Perlis in the Royal Town of Arau on Friday, 8 June 2012.

Attended by about 60 students and lecturers. Talked about the latest issues and development, new product innovations in Islamic banking and wealth management, differences between Islamic and conventional finance, advantages and prospects of Islamic banking in Malaysia and globally.


--- 
Consultant/Trainer/CEO : www.ahmad-sanusi-husain.com  
Alfalah Consulting KL : www.alfalahconsulting.com 
Islamic Investment M'sia : www.islamic-invest-malaysia.com

Saturday, June 02, 2012

Words of wisdom: Knowledge

Science is organized knowledge. Wisdom is organized life.


"Knowledge is like a fruit. When a fruit grows on a branch of a tree, its weight causes that branch to bend and bow. Similarly, when knowledge increases in a person, it causes him to become humble and not Mutakabbir (proud and boastful)."





---
Consultant/Trainer/CEO : www.ahmad-sanusi-husain.com
Alfalah Consulting KL : www.alfalahconsulting.com
Islamic Investment M'sia : www.islamic-invest-malaysia.com
Upcoming Events on Islamic Finance, Wealth Management, Business, Management, Motivational Alfalah Consulting, KL-Malaysia: www.alfalahconsulting.com

Please Join my facebook's fan page