Ahmad Sanusi Husain (IFP,AIBM,FPAM,BSc,MIMM,DiT)

CEO, Consultant, Advisor, Trainer, Lecturer, Speaker, Motivator.

areas of expertise: Islamic finance, wealth management & financial planning, Islamic economics, Islamic investment, risk management, business & management, personal development, self-improvement, motivational.

CEO . Perunding . Jurulatih . Pensyarah . Penceramah . Penulis Editor . Pakar Motivasi . Penasihat ... kewangan Islam, perancangan kewangan Islam, pengurusan harta Islam, pelaburan Islam, pengurusan risiko, bisnes & pengurusan, pembangunan profesional, pembaikan diri, motivasi.

Blog Archive

Postings are in English and Malay-Bahasa Melayu

Friday, February 17, 2012

Pantun: Nasihat



Pergi ke sawah menanam padi,
Singgah di sungai menangkap ikan;
Hidup hendaklah bersendikan budi,
Sifat sombong jangan amalkan.



Bunga mawar bunga melati,
Kala dicium harum baunya;
Banyak cara sembuhkan hati,
Baca Quran faham maknanya.

--- 
CEO / Consultant: www.ahmad-sanusi-husain.com 
Alfalah Consulting: www.alfalahconsulting.com 
Islamic investment: www.islamic-invest-malaysia.com

Thursday, February 16, 2012

Koleksi Hadis-hadis Pendek


Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud: ”Orang pintar ialah sesiapa yang memuliakan dirinya serta membuat persediaan untuk kehidupan selepas mati, sementara orang bodoh ialah sesiapa yang membiarkan dirinya mengikut hawa nafsu serta mengharapkan cita-citanya dikabulkan oleh Allah.” (Riwayat at-Tirmidzi)

--- 
Ahmad Sanusi Husain : 
www.ahmad-sanusi-husain.com 
Alfalah Consulting - Kuala Lumpur : 
www.alfalahconsulting.com 
Islamic Investment Malaysia : 
www.islamic-invest-malaysia.com

Wednesday, February 15, 2012

Quran verses



Wherewith Allah guides all those who seek His Good Pleasure to ways of peace, and He brings them out of darkness by His Will unto light and guides them to the Straight Way (Islamic Monotheism). [Al-Quran: surah Al-Maeda ( 5): 16]


"Allah is sufficient for me. None has the right to be worshipped but He, in Him I put my trust and He is the Lord of the Mighty Throne." [Al-Quran: Surah At-Taubah (9): 129]


"O my son! establish regular prayer, enjoin what is just, and forbid what is wrong: and bear with patient constancy whatever befalls you; for this is firmness (of purpose) in (the conduct of) affairs." [Quran: Surah Al-Luqman (31): 17]


And for those who fear Allah, He (ever) prepares a way out,
[Quran: Surah At-Talaq (65): 2]
--- 
Ahmad Sanusi Husain : 
www.ahmad-sanusi-husain.com 
Alfalah Consulting - Kuala Lumpur : 
www.alfalahconsulting.com 
Islamic Investment Malaysia : 
www.islamic-invest-malaysia.com

Ayat-ayat Al-Quran



Dengan (Al-Quran) itu Allah menunjukkan jalan-jalan keselamatan serta kesejahteraan kepada sesiapa yang mengikut keredaanNya dan (dengannya) Tuhan keluarkan mereka dari gelap-gelita (kufur) kepada cahaya (iman) yang terang-benderang, dengan izinNya dan (dengannya juga) Tuhan menunjukkan mereka ke jalan yang lurus. 
[Al-Quran: surah Al-Maeda (5): 16]

‎Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung. (Al-Quran: Surah At-Taubah (9): 129]

"Wahai anakku, dirikanlah solat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)." [Al-Quran: Surah Al-Luqman (31): 17]


dan sesiapa yang bertakwa kepada Allah (dengan mengerjakan suruhanNya dan meninggalkan laranganNya), nescaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar (dari segala perkara yang menyusahkannya), [Quran: Surah At-Talaq (65): 2]
--- 
Ahmad Sanusi Husain : 
www.ahmad-sanusi-husain.com 
Alfalah Consulting - Kuala Lumpur : 
www.alfalahconsulting.com 
Islamic Investment Malaysia : 
www.islamic-invest-malaysia.com

Words of wisdom: Determination

“The experienced mountain climber is not intimidated by a mountain -- he is inspired by it. The persistent winner is not discouraged by a problem -- he is challenged by it. Mountains are created to be conquered; adversities are designed to be defeated; problems are sent to be solved. It is better to master one mountain than a thousand foothills.”


--- 
Ahmad Sanusi Husain : 
www.ahmad-sanusi-husain.com 
Alfalah Consulting - Kuala Lumpur : 
www.alfalahconsulting.com 
Islamic Investment Malaysia : 
www.islamic-invest-malaysia.com

Words of wisdom

“Gratitude is the best attitude.” 

"Honesty is the best policy"

“Before you speak, listen.
Before you write, think.
Before you spend, earn.
Before you invest, investigate.
Before you criticize, wait.
Before you pray, forgive.
Before you quit, try.
Before you retire, save.
Before you die, give.”

"When we seek to discover the best in others, we somehow bring out the best in ourselves."

“A true friend knows your weaknesses but shows you your strengths; feels your fears but fortifies your faith; sees your anxieties but frees your spirit; recognizes your disabilities but emphasizes your possibilities.”

“The pessimist complains about the wind; the optimist expects it to change; the realist adjusts the sails.”

“Teaching is more than imparting knowledge, it is inspiring change.
Learning is more than absorbing facts, it is acquiring understanding.”

“The mediocre teacher tells. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires.” 
--- 
Ahmad Sanusi Husain : 
www.ahmad-sanusi-husain.com 
Alfalah Consulting - Kuala Lumpur : 
www.alfalahconsulting.com 
Islamic Investment Malaysia : 
www.islamic-invest-malaysia.com

Tuesday, February 14, 2012

Waktu-waktu dan Tempat-tempat Doa Mustajab



Antara waktu-waktu dan tempat-tempat doa mustajab ialah:

(1) Sepertiga Akhir Malam
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahawasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Ertinya : Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga berbaki sepertiga akhir malam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya" . (Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat bab Doa Nisfullail 7/149-150)


(2) Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa
Dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash Radhiyallahu 'anhu bahawa dia mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.
"Ertinya : Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika saat berbuka ada doa yang tidak ditolak". (Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu Da'watuhu 1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17)

(3) Setiap Selepas Shalat Fardhu
Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang doa yang paling didengari oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, baginda Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab.

"Ertinya : Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu".

(Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'awaat 13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani di dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782)

(4). Ketika Saat Azan dan Ketika Perang Berkecamuk


Dari Sahl bin Sa'ad Radhiyallahu 'anhu bahawa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:


"Ertinya : Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak ; doa ketika saat adzan dan doa ketika perang berkecamuk". (Sunan Abu Daud, kitab Jihad 3/21 No. 2540. Sunan Baihaqi, bab Shalat Istisqa' 3/360. Hakim dalam Mustadrak 1/189. Dishahihkan Imam Nawawi dalam Al-Adzkaar hal. 341. Dan Al-Albani dalam Ta'liq Alal Misykat 1/212 No. 672).

(5) Sesaat ketika Hari Jumaat

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahawa Abul Qasim Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Ertinya : Sesungguhnya pada hari Jum'at ada satu saat yang tidaklah bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut". (Shahih Al-Bukhari, kitab Da'awaat 7/166. Shahih Muslim, kitab Jumuah 3/5-6).

Waktu yang sesaat itu tidak boleh diketahui secara tepat dan masing-masing riwayat menyebutkan waktu tersebut secara berbeza-beza, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Hajar di dalam Fathul Bari 11/203.

Dan kemungkinan besar waktu tersebut berada ketika saat imam atau khatib naik ke mimbar sehingga selesai shalat Jum'at atau sehingga selesai waktu shalat ashar bagi orang yang menunggu shalat maghrib.

(6) Ketika Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari Bagi Orang Yang Sebelum Tidur Dalam Keadaan Suci dan Berdzikir Kepada Allah


Dari 'Amr bin 'Anbasah Radhiyallahu 'anhu bahawa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Ertinya :Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya" . (Sunan Ibnu Majah, bab Doa 2/352 No. 3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595)

(7) Doa Di antara Adzan dan Iqamah
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu bahawa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Ertinya : Doa tidak akan ditolak di antara adzan dan iqamah". (Sunan Abu Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/87. Sunan Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410. Dishahihkan oleh Al-Albani, kitab Tamamul Minnah hal. 139)

(8) Doa Ketika Waktu Sujud di Dalam Shalat
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu bahawa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Ertinya : Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhl ah berdoa keraan saat itu sangat tepat untuk dikabulkan". (Shahih Muslim, kitab Shalat bab Nahi An Qiratul Qur'an fi Ruku' wa Sujud 2/48)

Yang dimaksudkan adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan doa kamu.


(9) Ketika Saat Sedang Hujan
Dari Sahl bin a'ad Radhiyallahu 'anhu bahawasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Ertinya : Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa ketika waktu adzan dan doa ketika waktu hujan". (Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi 2/113-114. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami' No. 3078).



Imam An-Nawawi berkata bahawa penyebab doa pada waktu hujan tidak ditolak atau jarang ditolak ialah kerana pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim. (Fathul Qadir 3/340)

(10) Ketika Saat Ajal Tiba

Dari Ummu Salamah bahawa Rasulullah 'alaihi wasallam mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan beliau mendapati kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau 'alaihi wasallam memejamkannya kemudian bersabda:


"Ertinya : Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan
mengikutinya' . Semua keluarga histeria. Baginda 'alaihi wasallam bersabda : 'Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, kerana para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan". (Shahih Muslim, kitab Janaiz 3/38)

(11) Ketika Lailatul Qadar
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Ertinya : Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sehingga terbit fajar". (Al-Qadr : 3-5)
Imam As-Syaukani berkata bahawa kemuliaan Lailatul Qadar mengharuskan doa setiap orang pasti dikabulkan. (Tuhfatud Dzakirin hal. 56)

(12) Doa Ketika Hari Arafah
Dari 'Amr bin Syu'aib Radhiyallahu 'anhu dari bapaknya dari datuknya bahawasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Ertinya : Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah". (Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da'waat 13/83. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Ta'liq alal Misykat 2/797 No. 2598)

(Rujukan: Almanhaj dll)
--- 
Ahmad Sanusi Husain : 
www.ahmad-sanusi-husain.com 
Alfalah Consulting - Kuala Lumpur : 
www.alfalahconsulting.com 
Islamic Investment Malaysia : 
www.islamic-invest-malaysia.com

Sunday, February 12, 2012

Collection of Short Hadith



The Prophet s.a.w. said: "Whoever avoids the doubtful matters, safeguards his religion and honour.'' [Al-Bukhari and Muslim].

"Inna min akh-yarikum ahsanukum khuluqa"
"The best among you are those who have the best manners and character."
Reporter: Hadhrat Abdullah ibn Amr (r), Source: Sahih al-Bukhari, Vol. 8: 56b

"Man kharaja fi talabil ilmi, fahuwa fi sabilillahi hatta yafjiyu."
"A person who goes in search of knowledge, he is in the path of God and he remains so till he returns."
Reporter: Hadhrat Anas (r), Source: Sunan at-Tirmizi, Vol. 4, 2656

"Afdaluz zikri: La ilaha Illallahu"

"The best remembrance of God is 'La ilaha illallahu."

Reporter: Hadhrat Jabir (r), Source: Sunan Ibn Majah, Vol. 2, #3800

"Iqra-ul Qur'an; fa innahu ya'ti yawmal qiyamati shafiyan li ashabihi.")

"Study (read) Qur'an (regularly) for it will act as an intercessor and entreat for its readers on the Day of Judgment."
Reporter: Hadhrat Abu Umamah (r), Source: Riyadus Saleheen, 991; Sahih Muslim, Vol. 2, 1757

"Inna afdalkum man ta'allamal Qur'ana wa allamahu."
"The most superior among you (Muslims) are those who learn the Qur'an and teach it."
Reporter: Hadhrat Uthman bin Affan (r), Source: Sahih al-Bukhari, Vol. 6: 546

"La yu'minu ahadukum hatta yuhibbu li akhihi ma yuhibbu li nafsihi."
"None of you will have faith till he wishes for his brother what he likes for himself."
Reporter: Hadhrat Anas (r), Source: Sahih al-Bukhari, Vol. 1: 12

"La yu'minu ahadukum hatta akunu ahabba ilaihi min waalidihi wa waladihi wannasi ajmayin."

"None of you will have faith till he loves me more than his father, his children, and all mankind."
Reporter: Hadhrat Anas (r), Source: Sahih al-Bukhari, Vol. 1: 14

"Ad-dunya matawun; wa khairu mata-ihal mar'atus salihatu.")
"The entire world is full of resources, and among them the best resource is a righteous wife."
Reporter: Hadhrat Abdullah ibn Amr (r), Source: Sahih Muslim, Vol. 2, 3465

"Lagadwatun fi sabilillahi, au rauhatun, khairum minad dunya wa ma fiha.")
"To spend one morning or evening in the cause of God is better than the world and whatever is in the world."
Reporter: Hadhrat Anas bin Malik, Source: Sahih al-Bukhari, Vol. 4, 50

"Inna likulli ummatin fitnah, wa fitnatu ummatil mal."
"Every Ummah (people) has a test to undergo, my Ummah will be tried through the wealth."
Reporter: Kab bin Eyadh (r), Source: Sunan at-Tirmizi, Vol. 4, 2343

"Laisal ganiyya an kathratil arad, wa lakinnal ghina ghinan nafsi."
"Richness does not mean having a great amount of property, but richness is self-contentment."
Reporter: Hadhrat Abu Hurairah (r), Source: Sahih al-Bukhari, Vol. 8: 453

"La tuzhirish shamatata li akhika; fa yarhamahullahu wa yabtaliyak."
"Do not rejoice over the troubles of your brother, lest God might have mercy on him and involve you in this trouble."
Reporter: Hadhrat Wasila bin al-Asqa'i (r), Source: Sunan at-Tirmizi, Vol. 4, 3514

"Yassiru wa la tuassiru; wa bashshiru wa la tunaffiru."
"Facilitate things to people, do not make it hard for them; give them good tidings and do not make them run away."
Reporter: Hadhrat Anas bin Malik (r), Source: Sahih al-Bukhari, Vol. 1, 69

"Udul marida, wa at-imul ja-iya, wa fukkul aniya."
"Visit the sick, feed the hungry, and free the captive."
Reporter: Hadhrat Abu Musa (r), Source: Sahih al-Bukhari, Vol. 7, 552

"Ad-dua, huwal ibadah."
"Indeed, Supplication is the worship."
Reporter: Hadhrat Nu'man bin Bashir (r), Source: Sunan at-Tirmizi, Vol. 4, 2980

"La yuldagul mu'minu min juhrin wahidin marratain."
"A believer is not stung twice (by something) out of one and the same hole."


Reporter: Hadhrat Abu Hurairah (r), Source: Sahih al-Bukhari, Vol. 8, 154; Muslim, Vol. 4, 7137

"Halakal mutanattiwun."
"The people who exaggerate are ruined."
Reporter: Hadhrat Abdullah ibn Mas'ud (r), Source: Sahih Muslim, Vol. 4, 6450

"Allahumma la aisha illa aishul aakhirah."
"O God! There is no comfort, but the comfort of the Hereafter."
Reporter: Hadhrat Anas bin Malik, Source: Riyadus Saleheen, 460; Musnad Ahmad, Vol. 3, 12763
"Inna satarauna rabbakum yiana."
"You will definitely see your Rabb with your own eyes."
Reporter: Hadhrat Jarir bin Abdullah (r), Source: Sahih al-Bukhari, Vol. 9, 530

The Messenger of Allah (sallAllaahu 'alaihi wa sallam) said: "Iman has over 70 branches or over 60 branches. And the highest of al-Iman is the statement "la illaha illallah" (It is the most sublime, the most magnificent and the most superior of all Iman). The lowest of the Iman is to remove some harmful thing from the street. And modesty is a part of al-Iman." [Muslim: Book 1 Hadith 56]


Abu Hurairah (May Allah be pleased with him) reported: Messenger of Allah (SAW) said, "If anyone calls others to follow right guidance, his reward will be equivalent to those who follow him (in righteousness) without their reward being diminished in any respect, and if anyone invites others to follow error, the sin, will be equivalent to that of the people who follow him (in sinfulness) without their sins being diminished in any respect".
[Muslim: Book 34, Chapter 06, Hadith  6470].
--- 
Ahmad Sanusi Husain : 
www.ahmad-sanusi-husain.com 
Alfalah Consulting - Kuala Lumpur : 
www.alfalahconsulting.com 
Islamic Investment Malaysia : 
www.islamic-invest-malaysia.com

Saturday, February 11, 2012

Mutiara kata: Positif


Seringkali kita akan akan mengelak daripada melakukan apa yang kita fikirkan tidak boleh dalam minda kita. Kita sudah terbiasa membina dan mereka cipta gambaran kegagalan dalam hidup kita sedangkan kita masih lagi belum mencubanya. Inilah salah satu penyakit terbesar yang dihadapi oleh kita semua. Mengalah sebelum mencuba! Mencipta halangan untuk tidak berjaya!

Berfikir positif dan anda telah sampai separuh jalan ke destinasi.
--- 
Ahmad Sanusi Husain : 
www.ahmad-sanusi-husain.com 
Alfalah Consulting - Kuala Lumpur : 
www.alfalahconsulting.com 
Islamic Investment Malaysia : 
www.islamic-invest-malaysia.com

70 Major Sins in Islam - Al-Kaba'ir

The major sins are those acts which have been forbidden by Allah in the Quran and by His Messenger (SAW) in the Sunnah (practise of the Prophet), and which have been made clear by the actions of of the first righteous generation of Muslims, the Companions of the Prophet (SAW).

Allah Most High says in His Glorious Book:
If you avoid the major (part) of what you have been forbidden (to do), We will cancel out for you your (other) evil deeds and will admit you (to Paradise) with a noble entry. (al-Nisa 4:31)

Thus by this verse, Allah Most High has guaranteed the Garden of Paradise to those who avoid the major sins. And Allah Most High also says:
Those who avoid the greatest of sins and indecencies, and forgive when they are angry (al-Shra 42:37) Those who avoid the greatest sins and indecencies, except for oversights, (will find that) surely your Lord is ample in forgiveness. (Al-Najm 53:32)

The Messenger of Allah (SAW) said: "The five [daily] prayers, Friday to Friday, and Ramadan to Ramadan make atonement for what has happened since the previous one when major sins have been avoided." It is therefore very important to determine exactly what the greatest vices, technically called "the major sins" (Kaba'ir), are, in order that Muslims should avoid them.
There is some difference of opinion among scholars in this regard. Some say these major sins are seven, and in support of their position they quote the tradition: "Avoid the seven noxious things"- and after having said this, the propeht (SAW) mentioned them: "associating anything with Allah; magic; killing one whom Allah has declared inviolate without a just case, consuming the property of an orphan, devouring usury, turning back when the army advances, and slandering chaste women who are believers but indiscreet." (Bukhari and Muslim)

'Abdullah ibn 'Abbas said: "Seventy is closer to their number than seven," and indeed that is correct. The above tradition does not limit the major sins to those mentioned in it. Rather, it points to the type of sins which fall into the category of "major." These include those crimes which call for a prescribed punishment (HADD; plural, HUDUD), such as theft, fornication or adultery (ZINA), and murder; those prohibited acts for which a warning of a severe punishment in the Next is given in the Qur'an or the tradition; and also those deeds which are cursed by our Prophet (SAW). These are all major sins.

Of course, there is a gradation among them, since some are more serious than others. We see that the Prophet (SAW) has included SHIRK (associating someone or something with Allah) among them, and from the text of the Qur'an we know that a person who commits SHIRK will not his sin be forgiven and will remain in Hell forever.

Allah Most High says:
Surely, Allah does not forgive associating anything with Him, and He forgives whatever is other than that to whomever He wills. (al-Nisa 4:48 and 116)

01. Associating anything with Allah
02. Murder
03. Practising magic
04. Not Praying
05. Not paying Zakat
06. Not fasting on a Day of Ramadan without excuse
07. Not performing Hajj, while being able to do so
08. Disrespect to parents
09. Abandoning relatives
10. Fornication and Adultery
11. Homosexuality(sodomy)
12. Interest(Riba)
13. Wrongfully consuming the property of an orphan
14. Lying about Allah and His Messenger
15. Running away from the battlefield
16. A leader's deceiving his people and being unjust to them
17. Pride and arrogance
18. Bearing false witness
19. Drinking Khamr (wine)
20. Gambling
21. Slandering chaste women
22. Stealing from the spoils of war
23. Stealing
24. Highway Robbery
25. Taking false oath
26. Oppression
27. Illegal gain
28. Consuming wealth acquired unlawfully
29. Committing suicide
30. Frequent lying
31. Judging unjustly
32. Giving and Accepting bribes
33. Woman's imitating man and man's imitating woman
34. Being cuckold
35. Marrying a divorced woman in order to make her lawful for the husband
36. Not protecting oneself from urine
37. Showing-off
38. Learning knowledge of the religion for the sake of this world and concealing that knowledge
39. Bertrayal of trust
40. Recounting favours
41. Denying Allah's Decree
42. Listening (to) people's private conversations
43. Carrying tales
44. Cursing
45. Breaking contracts
46. Believing in fortune-tellers and astrologers
47. A woman's bad conduct towards her husband
48. Making statues and pictures
49. Lamenting, wailing, tearing the clothing, and doing other things of this sort when an affliction befalls
50. Treating others unjustly
51. Overbearing conduct toward the wife, the servant, the weak, and animals
52. Offending one's neighbour
53. Offending and abusing Muslims
54. Offending people and having an arrogant attitude toward them
55. Trailing one's garment in pride
56. Men's wearing silk and gold
57. A slave's running away from his master
58. Slaughtering an animal which has been dedicated to anyone other than Allah
59. To knowingly ascribe one's paternity to a father other than one's own
60. Arguing and disputing violently
61. Witholding excess water
62. Giving short weight or measure
63. Feeling secure from Allah's Plan
64. Offending Allah's righteous friends
65. Not praying in congregation but praying alone without an excuse
66. Persistently missing Friday Prayers without any excuse
67. Unsurping the rights of the heir through bequests
68. Deceiving and plotting evil
69. Spying for the enemy of the Muslims
70. Cursing or insulting any of the Companiions of Allah's Messenger

Source: The Major Sins Al-Kaba'r By Muhammad bin 'Uthman Adh-Dhahabi, rendered into English by Mohammad Moinuddin Siddiqui



--- 
Ahmad Sanusi Husain : 
www.ahmad-sanusi-husain.com 
Alfalah Consulting - Kuala Lumpur : 
www.alfalahconsulting.com 
Islamic Investment Malaysia : 
www.islamic-invest-malaysia.com

Mutiara kata: Sahabat-Sahabat Nabi

A. SAYIDINA ABU BAKAR AS SIDDIQ
Khalifah ar-Rasyidin yang pertama dan Sahabat utama Rasulullah SAW, Sayidina Abu Bakar As Siddiq r.a pernah meninggalkan pesan, katanya:
1. Siapa yang memasuki kubur dengan tidak membawa bekalan samalah seperti orang yang belayar di lautan dengan tidak berperahu.


2. Kegelapan itu ada lima perkara dan penerangnya juga ada lima perkara iaitu:


i. Cinta dunia itu kegelapan dan penerangnya adalah taqwa.


ii. Dosa itu kegelapan dan penerangnya adalah taubat.


iii. Akhirat itu kegelapan, penerangnya adalah amal soleh.


iv. Kubur itu kegelapan, penerangnya adalah kalimah ‘La ilaha illallah Muhammadur Rasulullah.’


v. Siratul Mustaqim itu kegelapan, penerangnya adalah yakin.


3. Sesungguhnya iblis itu berdiri di hadapanmu, nafsu di sebelah kananmu, dunia di belakangmu, anggota di sekelilingmu dan Allah juga bersamamu. Iblis yang dilaknat menyuruhmu meninggalkan agama. Nafsu menyuruhmu berbuat maksiat. Keinginan hawa nafsu menyerumu ke arah syahwat. Dunia menyeru supaya memilihnya daripada Akhirat. Anggotamu menyerumu berbuat dosa. Allah menyerumu ke Syurga dan keampunan-Nya. Siapa yang menyahut seruan iblis terkeluarlah agamanya. Siapa yang menyahut seruan nafsu terkeluar rohnya (roh kemanusiaan). Siapa yang menyahut seruan syahwat, terkeluar akalnya. Siapa yang menyahut seruan anggota, terkeluarlah Syurganya. Siapa yang menyahut seruan Allah, terkeluarlah kejahatannya dan memperolehi segala kebaikan.


4. Sayidina Abu Bakar berkata: Terdapat lapan perkara yang menjadi perhiasan kepada lapan perkara: – Menjaga perkara yang haram, perhiasan kepada fakir. – Syukur perhiasan kepada nikmat – Sabar perhiasan kepada bala.– Tawaduk perhiasan kepada kemuliaan. – Berlemah lembut perhiasan kepada ilmu. – Merendah diri perhiasan kepada orang yang bercakap.– Meninggalkan riyak perhiasan kepada kebaikan. – Khusyuk perhiasan kepada sembahyang.


5. Sesungguhnya hamba itu apabila datang ujub dengan sesuatu dari perhiasan dunia nescaya Allah memurkainyahingga dia menceraikan perhiasan itu.


6. Moga-moga aku jadi pokok kayu dicantas kemudian dimakan.


7. Dia berkata kepada para Sahabat: Sesungguhnya aku telah mengendalikan urusan kamu, tetapi bukanlah aku ini orang yang paling baik di kalangan kamu maka tolonglah aku, kalau aku berlaku lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng betulkan aku.


B. SAYIDINA UMAR AL KHATTAB


1. Khalifah kedua, Sayidina Umar berpesan:


– Siapa yang menjaga percakapannya dianugerahkan kepadanya hikmah.
– Siapa yang menjaga penglihatannya dianugerahkan kepadanya hati yang khusyuk.


– Siapa yang menjaga makanannya dianugerahkan kepadanya kelazatan dalam beribadah.


– Siapa yang bersabar di atas ujian, Allah sempurnakan sabarnya lalu memasukkannya ke dalam Syurga mana yang dia suka.


– Siapa yang menjaga daripada ketawa dianugerahkan kepadanya kehebatan.


– Siapa yang menjaga daripada bergurau dianugerahkan kepadanya keelokan atau kemuliaan.


– Siapa yang meninggalkan cinta dunia dianugerahkan kepadanya dapat melihat kesalahan sendiri.


– Siapa yang meninggalkan kesibukan mencari kesalahan pada perbuatan Allah, dianugerahkan kepadanya pelepasan daripada nifak.


2. Jika tidaklah kerana takut dihisab sesungguhnya aku perintahkan kamu membawa seekor kambing untuk dipanggang di depan pembakar roti ini.


3. Siapa takut kepada Allah SWT, nescaya marahnya tidakdapat dilihat. Dan siapa takutkan Allah, kehendaknya akan ditunaikan.


4. Wahai Tuhan, jangan Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di tanganku.


5. Termaktub dalam sepucuk surat khalifah Umar kepada Abu Musa Al Asyaari: “Milikilah sifat sabar. Sifat sabar itu ada dua. Sabar yang pertama lebih afdhal dari sabar yang kedua iaitu sabar dalam meninggalkan larangan Allah SWT dan sabar dalam menghadapi musibah. Ketahuilah bahawa sabar itu sangkutan iman (orang yang bersabar akan mendapat iman) kerana kebajikan yang paling utama adalah taqwa dan taqwa hanya dapat dicapai dengan sabar.”
C. SAYIDINA USMAN IBNU AFFAN R.A.


Mari kita lihat pula kata-kata hikmah daripada khalifah ketiga, Sayidina Usman Ibnu Affan r.a. Di antaranya:


1. Aku mendapat kemanisan ibadah dalam empat perkara:


a. Sewaktu menunaikan apa yang difardhukan Allah.


b. Meninggalkan apa-apa yang Allah haramkan.


c. Ketika menyeru kepada kebaikan.


d. Ketika mencegah kemungkaran dan menjaga diri daripada membuat perkara yang menyebabkan kemurkaan Allah.


2. Katanya lagi: Empat perkara yang pada zahirnya fadhilat dan pada batinnya wajib:


a. Bergaul dengan orang soleh itu fadhilat, mengikut amalan mereka itu wajib.


b. Membaca Al Quran itu fadhilat, beramal dengannya itu wajib.
c. Menziarahi kubur itu fadhilat, bersedia untuknya itu wajib.
d. Menziarahi orang sakit itu fadhilat, menunaikan wasiat itu wajib.


3. Pesanannya: Antara tanda-tanda ‘arifin itu ialah:


a. Hatinya berserta takut dan harap.


b. Lidahnya bertahmid dan memuji Allah.


c. Matanya berserta malu melihat perkara yang dilarang dan banyak menangis. d. Kehendaknya bersih dari cinta dunia dan bertujuan menuntut keredhaan Allah.


D. SAYIDINA ALI BIN ABI TALIB K.W.


Khalifah keempat, Sayidina Ali k.w. berkata:


1. Ilmu itu sebaik-baik pusaka. Adab itu sebaik-baik sifat. Taqwa itu sebaik-baik bekalan. Ibadah itu sebaik-baik barang perniagaan.
2. Siapa yang tinggalkan dunia, dikasihi oleh Allah. Siapa yang tinggalkan dosa, dikasihi oleh malaikat. Siapa tinggalkan tamak, dikasihi oleh orang-orang Islam.


3. Siapa yang tidak ada padanya sunnah Allah, sunnah Rasul dan sunnah wali-Nya, maka tiadalah apa-apa kebaikan padanya. Ditanya orang pada Sayidina Ali k.w., “Apakah sunnah Allah?” Sayidina Ali menjawab, “Menyembunyikan rahsia (misalnya menutup aib orang lain).” Ditanya lagi, “Apakah pula sunnah Rasulullah?” ayidina Ali berkata, “Berlemah lembut dengan sesama manusia.” Ditanya lagi, “Apakah pula sunnah wali-Nya?” Sayidina Ali menjawab, “(Sabar dalam) menanggung penderitaan.”


4. Susah sekali melakukan kebaikan pada empat tempat: – Memberi maaf ketika marah.– Bersedekah ketika kesempitan.– Menjauhi perkara haram ketika seorang diri. – Berkata benar kepada orang yang ditakuti atau orang yang selalu menolong.


5. Memadai aku merasa mulia bahawa Engkau Tuhan bagiku dan memadailah aku merasa bangga bahawa aku menjadi hamba-Mu. Engkau yang aku cintai maka berilah aku taufik (agar dapat melakukan perkara-perkara yang Engkau cintai).


6. Hendaklah kamu lebih mengambil berat bagi diterima amalamal kamu daripada beramal. Sesungguhnya sangat besar nilainya amalan yang disertai taqwa dan betapa lagi kalau amalan itu diterima.


7. Janganlah mengharap seorang hamba itu melainkan Tuhannya dan janganlah dia takut melainkan dosanya.


8. Tiada kebaikan ibadah tanpa ilmu dan tiada kebaikan ilmu tanpa faham dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tiada perhatian.


9. Dasar kekafiran itu dikelilingi oleh empat tiang iaitu kasar hati, buta fikiran, lalai dan prasangka.
10. Orang berhati kasar akan menghina kebenaran, menunjukkan kejahatan dan mengutuk orang-orang pandai.
11. Buta hati akan lupa zikrullah.


12. Orang yang syak wasangka akan tertipu oleh angan-angan. Sampai masanya dia ditimpa kecewa dan sesal tidak berhujung kerana diperlihatkan Allah hal-hal yang selama ini tidak dikiranya.
--- 
Ahmad Sanusi Husain : 
www.ahmad-sanusi-husain.com 
Alfalah Consulting - Kuala Lumpur : 
www.alfalahconsulting.com 
Islamic Investment Malaysia : 
www.islamic-invest-malaysia.com

Please Join my facebook's fan page